Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Tanjung Bungkak Perkuat Identitas Sebagai Pusat Kesenian

informasibali.com/ist/Tanjung Bungkak Perkuat Identitas Sebagai Pusat Kesenian

Tanjung Bungkak sejatinya desa tua yang menyimpan banyak sejarah tentang keberadaban seni tradisi di Denpasar dan Bali. Namun saat ini namanya kalah tenar dengan desa adat tetangganya. Kondisi itu dipandang sebagai masalah bagi sejumlah tokoh Tanjung Bungkak, sehingga berinisiatif menguatkan identitas desa. 

"Dulu, saat saya kecil, Tanjung Bungkak dikenal banyak orang. Namun kini, tak banyak yang tahu dimana itu Tanjung Bungkak. Orang Denpasar lebih mengenal tetangga kami, Desa Adat Renon," terang Agung Prianta, salah satu warga yang menggagas papan nama Tanjung Bungkak yang diresmikan Sabtu (6/2) di Denpasar. 

Papan nama itu diposisikan tepat di pertigaan ujung selatan, atau di depan Pura Kahyangan Desa Adat Tanjung Bungkak. Unsur semiotika ini diharapkan menguatkan identitas dan keberadaan Desa Adat Tanjung Bungkak. Terhadap semangat itu, Bendesa Tanjung Bungkak Made Suweden tegas mendukung. 

"Di sini dulu pusat kesenian yang ada di Bali. Karena saat itu belum ada di tempat lain. Seperti Tari Legong dan Tari Kecak. Sekarang kita masih melanjutkan jejak sejarah itu, dengan melestarikan Sekaa Arja," ujarnya. 

Dia menilai terpinggirnya nama Tanjung Bungkak disebabkan sejumlah faktor logis. 
Pertama, pelafalan yang relatif lebih sulit dibanding menyebut Renon. Dan kedua, masih banyaknya usaha di wilayah Tanjung Bungkak yang menerakan alamat kantornya di Renon. 

Dengan adanya simbol ini, menurutnya membangun sangat kepada dan kepercayaan diri warga untuk mengembangkan potensi-potensi di desa. 
Warga lain, Prof. Suli yang juga pengamat kesenian Bali berharap papan nama ini menjadi contoh bagi desa lain untuk melestarikan aksara Bali. Praktik ini baginya juga menunjang upaya Pemprov. Bali dalam menguatkan identitas Bali yang terangkum dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018. 

"Signed bertuliskan aksara Bali ini sangat saya senangi. Ini perlu ditiru desa adat lain untuk melestarikan budaya Bali agar bisa sustain (bertahan)," tuturnya. 

Kegiatan itu turut dihadiri pejabat desa. Seperti Kepala Desa, Kelihan Banjar Tanjung Bungkak Klod dan Kepala Dusun Tanjung Bungkak Kaja, Tanjung Bungkak Kelod, Sebudi. Baca juga: Pendataan Kesenian di Kota Denpasar Catatkan 378 Kesenian Tua, Klasik dan Sakral


TAGS :

Komentar