Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

7 Tips Aman Berolahraga Saat Musim Hujan

informasibali.com/ist/kompas.com

Kalau kamu rutin berolahraga, jangan jadikan musim hujan sebagai alasan untuk absen. Namun begitu, olahraga saat musim hujan juga riskan cedera. Jalanan yang licin dan becek bisa membuat kita jatuh terpeleset. Belum lagi risiko sakit setelah hujan-hujanan.

Walau begitu, ada cara yang bisa kita lakukan agar tetap bisa berolahraga dengan aman. Apa sajakah? 

1. Pemanasan tetap wajib 

Pemanasan adalah ritual yang tidak boleh terlewatkan setiap kali mau berolahraga, baik pada cuaca panas maupun dingin berangin. Nyatanya, berolahraga tanpa pemanasan apalagi di cuaca dingin justru meningkatkan risiko keseleo atau cedera.

Namun, cara pemanasan tidak boleh sembarangan. Para ahli menyarankan untuk melakukan pemanasan minimal 15 menit di dalam ruangan terlebih dulu agar suhu tubuh bisa meningkat lebih cepat. Kemudian, ikuti dengan gerakan peregangan untuk mencegah cedera. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk pemanasan di dalam ruangan, siasati dengan pemanasan dinamis (pemanasan yang dilakukan dengan berpindah tempat; tidak diam di satu tempat) sampai tubuh memanas. 

Contohnya jika kamu akan berlari, pemanasan dinamis yang diperlukan adalah berjalan cepat atau jogging. Lalu senam di tempat untuk meregangkan otot paha, bokong, punggung bawah.

2. Gunakan baju berlapis 

Jika kamu tetap olahraga saat musim hujan, sebaiknya selalu gunakan pakaian berlapis. Mulai dari baju berbahan sintetis yang paling tipis dulu sampai yang paling tebal serta bisa menahan terpaan angin kencang dan air hujan. Hindari baju olahraga berbahan katun karena bisa menyerap keringat. Sebab, baju yang basah oleh keringat akan membuat suhu tubuh menurun dan meningkatkan risiko hipotermia.

3. Tetap pakai sunblock 

Meski langit selalu mendung, bukan berarti kamu boleh membolos pakai sunblock atau tabir surya tiap kali akan olahraga di luar. Awan menyaring sinar matahari tetapi tidak radiasi UV. The Skin Cancer Foundation mengatakan bahwa awan hanya menghalangi sedikitnya 20% dari sinar UV. Paparan sinar UV berlebihan adalah faktor risiko yang menyebabkan penuaan dan kanker kulit. Jadi kalau mau olahraga saat musim hujan pun harus tetap mengoleskan pelembab kulit, lip balm dan sunscreen dengan minimal SPF 15-30.

4. Tetap minum 

Udara dingin yang nyaman membuat kita tidak merasa haus sehingga lupa minum. Padahal, kita tetap berkeringat ketika olahraga saat musim hujan. Maka itu, kita harus tetap minum air untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang agar tidak sampai dehidrasi. Agar tidak lupa, buat alarm untuk istirahat minum setiap 15-20 menit. Jika kamu tidak yakin apakah sudah cukup minum atau belum, coba cek warna urine sebelum dan sesudah olahraga. Semakin gelap warna urine, tandanya butuh lebih banyak minum.

5. Gunakan sarung tangan dan topi 

Untuk mempertahankan diri selama cuaca dingin, tubuh akan memusatkan aliran darah lebih banyak di inti tubuh. Kondisi ini membuat ujung-ujung tubuh, seperti kepala, tangan, dan kaki jadi rentan kedinginan. Maka itu, gunakan sarung tangan dan topi saat berolahraga di suhu yang dingin. Topi juga bisa digunakan untuk menangkal gerimis yang mungkin muncul dadakan saat berolahraga.

6. Tetap pendinginan setelah olahraga 

Meskipun kamu olahraga saat musim hujan, ini bukan berarti harus meninggalkan tahapan cooling down atau pendinginan usai berolahraga. Selalu sisakan waktu 5-10 menit untuk pendinginan. Misalnya dengan berjalan santai setelah lari. Ini akan melancarkan aliran darah dari otot-otot ke jantung. Pendinginan membantu menurunkan suhu otot yang tadinya panas agar bisa pulih lebih cepat dan terhindar dari nyeri. Pendinginan juga sangat dibutuhkan guna mengurangi kekakuan otot yang rentan terjadi sehabis berolahraga.

7. Patuhi protokol kesehatan di saat pandemi Covid-19.(sumber: kompas.com)


TAGS :

Komentar